Thursday, 19 March 2009

MAtinya syahid atau Tidak..?

Photobucket














Here I share with you...


Misteri Tanda Syahid Amrozi

Tiada kata yang terucap melainkan kalimat takbir, Allahu Akbar, atas kondisi jenasah ketiga syuhada Bali. Betapa tidak, ketiga syuhada tersebut sangat jelas menampakkan tanda-tanda sebagai syahid seperti yang biasa ditemui di kancah peperangan, meski mereka 'tidak sedang berperang' melawan musuh Islam.

Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Kantor Berita Islam Muslimdaily.net mendapat ijin dari pihak keluarga, yang diwakili oleh Bp. Ali Fauzi, untuk mempublikasikan photo dua mujahid Bali yakni Amrozi dan Ust. Mukhlas. Bp Ali Fauzi berpesan agar photo ini disebarluaskan untuk memberikan bukti nyata atas misteri dan polemik yang terjadi ke atas Mujahid Bali, terutama Syuhada Tenggulun, terkait status mereka, apakah mati syahid atau tidak. Disamping itu memberikan hikmah nyata kepada seluruh kaum Muslimin bahwa perjuangan Islam yang mereka lakukan benar-benar ikhlas untuk tingginya kalimat Allah, dan bukan sekedar untuk aksi pamer.

Sebagaimana syuhada yang gugur dalam medan jihad, photo kedua syuhada Tenggulun terlihat tersenyum dengan barisan gigi yang terlihat rapi. Apalagi yang terjadi dengan Amrozi.. Senyuman khas "The Smiling Bomber" yang seiring dengan kedua mata yang terbuka, terlihat seakan-akan bertemu dengan sesuatu yang membuat kagum. Mungkin sepasang bidadari yang menyambut ramah.

Kondisi tak jauh berbeda terjadi dengan jenasah Ust. Mukhlas. Ulama yang jago berorasi ini memperlihatkan senyuman dengan mata yang juga terbuka. Wajah bersih pun menjadi pertanda yang lain. Wajah bersih yang juga dimiliki oleh sang "Mujahid Hacker," Imam Samudera alias Abdul Azis. Imam memperlihatkan wajah tampan dan bersih, persis dengan kondisi Ust. Mukhlas.

Disamping analisis photo ketiga Mujahid Bali tersebut, keterangan dari lapangan makin memperkuat bukti bahwa ketiga pelaku aksi jihad tersebut adalah para Mujahidin, mereka telah memiliki niat yang tulus dan menemui kematian sebagai seorang syuhada. Berikut adalah bukti dan persaksian dari lapangan.

1. Salah satu pelayat yang kebetulan ikut hadir di kediaman Hj. Tariyem adalah Ust. Abdul Rachim Ba'asyir. Menyaksikan bahwa ketika keranda jenasah masuk dan kain penutup keranda dibuka, sontak tercium bau wangi yang menyebar ke seluruh ruangan. Kejadian ini sempat membuat keheranan para pelayat, karena didalam ruangan yang sempit tersebut udara sangat pengap dan pengunjung berjubel dalam satu ruangan. Bila merupakan wangi dari minyak wangi, tak akan mampu mengalahkan bau badan para pengunjung dan tidak akan dapat memberikan aroma dengan kadar wangi yang sama." Allahu Akbar. Itu bukan bau minyak wangi. Bukan. Tapi bau wangi dari asy syahid," kata beliau.

2. Selain itu, masih menurut Ust, Abdul Rachim, ketika kain penutup wajah dari Ust. Mukhlas di buka, terlihat jelas bulir-bulir keringat menempel di bagian muka. Kondisi yang sama yang terjadi dengan mereka yang masih hidup dan dalam kondisi kegerahan. Seakan Ust. Mukhlas merasakan kegerahan yang sama yang dengan kegerahan yang dialami oleh para pelayat beliau.

3. Sebagaimana dilansir oleh beberapa media nasional, seperti detik.com, nampak jelas terlihat fenomena datangnya tiga burung hitam di atas kediaman syuhada. Ketiga burung ini jelas bukan burung Gagak seperti yang banyak diberitakan di media, karena memiliki leher yang panjang. Mereka datang begitu saja berputar-putar selama kurang lebih tujuh menit, dan kemudian pergi berpencar. Dua burung hitam terbang ke arah Timur, mereka merepresentasikan diterimanya amalan jihad Ust Mukhlas dan Amrozi, dan satu burung hitam terbang ke Barat, sebagai pertanda syahid atas diri 'Mujahid Hacker' Imam Samudera. Fenomena datangnya burung hitam ini sempat membuat suasana haru dengan teriakan takbir para pelayat.

4. Seperti penuturan adik kandung Imam Samudera, Lulu Jamaludin, kakaknya menampakkan keanehan ketika akan dimasukkan dalam liang lahat. Bau wangi juga tercium dari jenasah Imam. Selain itu luka bekas tembakan peluru tajam terus menerus mengalirkan darah segar. Aliran darah ini keluar seperti yang terjadi dengan seseorang yang masih hidup ketika terluka. Masih menurut Lulu juga, wajah kakaknya lebih bersih dan tampan dari biasanya.

Kabar terakhir baru saja diterima oleh salah satu kru muslimdaily.net. Beberapa hari yang lalu, tepatnya tiga hari setelah pemakaman Amrozi dan Ust. Mukhlas, keluarga Hj. Tariyem meminta beberapa orang untuk menjaga makam. Hal ini dilakukan untuk menghindari dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa diantara mereka yang ikut jaga adalah Sumarno, Baror, Rosyidin, Mashudi dan beberapa santri pondok Al Islam Tenggulun Lamongan. Mereka mengatakan mencium bau wangi keluar dari dalam kubur (makam). Bau wangi yang sama saat mereka pertama kali membuka kain penutup jenasah syuhada. Namun, bau wangi ini bukan seperti bau dari minyak wangi yang biasa mereka pakai atau dipakai oleh orang kebanyakan.


Jelas sudah keterangan yang diberikan Allah s.w.t. lewat kebesaran-Nya.. Meski banyak pihak yang membantah, memberikan suara sumbang, dan menggalang opini massa untuk memojokkan status para Mujahid Bali, serta membuat makar melalui kaki tangan aparat pemerintah, namun Allah berkehendak lain. Dan siapakah sebaik-baik pembuat makar ? (far/MD)

Pandangan Qardhawi

Penting dalam perjuangan ini yang bukan sekadar bersangka-sangka sahaja tetapi mesti berteraskan ilmu dan panduan ulama.

Suicide bombings
Qaradawi strongly supports Palestinian attacks on Israeli targets, including against civilians, believing they are legitimate form of resistance. Qaradawi claims that hundreds of other Islamic scholars are of the same opinion.
Defending bombings against off duty soldiers Qaradawi told BBC Newsnight that:

* "An Israeli woman is not like women in our societies, because she is a soldier."
* "I consider this type of martyrdom operation as an evidence of God's justice."
* "Allah Almighty is just; through his infinite wisdom he has given the weak a weapon the strong do not have and that is their ability to turn their bodies into bombs as Palestinians do". [30]

At the press conference held by the organizations sponsoring Qaradawi's visit to London, Qaradawi reiterated his view that Suicide attacks are a justified from of resistance to Israeli occupation. In the past, Qaradawi has justified such terrorist actions on the basis that all Israel civilians are potential soldiers since Israel is a "militarized society."
Due to this, Qaradawi has been accused by many Western countries and Israel of supporting terrorism.
However, he is opposed to attacks outside of the Palestinian territories and on other than Israeli targets. For example, on March 20, 2005, Qaradawi issued a condemnation of a car-bombing that had occurred in Doha, Qatar the day before. One Briton, Jon Adams was killed. Qaradawi issued a statement[31] that said "Such crimes are committed by insane persons who have no religious affiliation and play well into the hands of the enemies." and "I urge all Qataris to stand united in facing such an epidemic and uproot it to nip the infection in the bud, otherwise it will spread like wildfire. I, in the name of all scholars in Qatar, denounce such a horrendous crime and pray that it would be the last and implore God to protect this secure country..".




tindakan amrozy kita serahkan pada Allah samada matinya syahid ataupun tidak. Tapi yang jelas tindakannya menimbulkan banyak fitnah terhadap islam terutamanya berkenaan keganasan. Majlis fatwa indonesia sendiri menafikan perbuatan mereka sebagai jihad dan mati syahid. ada sumber mengatakan bahawa Jemaah Islam Indonesia tdk terlibat dgn perbuatan amrozi n d geng.

Kekeliruan ialah jenis bahan letupan yang digunakan dllm pengeboman tersebut yang nyata berbeza dr apa yg digunakan JI indonesia. tetapi lebih common digunakan oleh CIA dan agensi Kerajaan.

And of course atas dosa apakah mereka dihotel tersebut dibunuh? Allah mencabar arab jahiliyyah menyatakan kenapa mereka membunuh anak2 perempuan dalam al quran. disini satu persoalan juga releven. atas dasar apakah mangsa pengeboman tersebut dibunuh? mereka bukan tentera yang melawan islam. dn mereka juga tidak memerangi islam ketika itu....


Matlamat tidak meghalalkan cara.
-----------------------------------------------
fatwa Syaikh Abul Hasan Musthafa bin IsmailAs-Sulaimani Al-Misri tentang (peledakan) bom dalam kitabnya,Silsilah Al-Fatawa Asy-Syar‘iyah sebagai berikut.
Tanya:
Kami mendapati beberapa orang yang mengaku aktifis Islam melakukan tindak penculikan sejumlah tokoh ata cume lakukan peledakan terhadap gedung-gedung perkantoran dan pertokoan.Apabila ditegur, mereka membantah dengan berkata, “Perbuatan seperti ini telah dilakukan oleh para sahabat dengan seizin Rasulullah , iatu pada peristiwa terbunuhnya Ka‘ab bin Al-Asyraf,seorang thaghut Yahudi.” Apakah perbuatan seperti itu benar dan tepat sesuai dengan metode Ahlus Sunnah WalJamaah? Dan apakah cara yang seperti itu dapat menolong agama Islam?Kemudian apa nasehat anda kepada mereka?
Jawab:
Alhamdulillah, semua orang sudah mengetahui sikap Ahlus SunnahWal Jamaah terhadap masalah ini.Terutama orang-orang yang telah mengenal dakwah Ahlus Sunnah WalJamaah, baik melalui buku-buku, kaset-kaset dakwah, atau yang lainnya.Barangsiapa yang mau berhenti sejenak untuk merenungkan hal itu, maka akan tampak jelas baginya bahwa cara-cara seperti itu adalah fitnah (menimbulkan malapetaka) dan dapat menghalangi orang untuk beragama Islam. Bahayanya lebih besar daripada manfaatnya.Walaupun pelakunya melakukan hal itu dengan niat ikhlas semata-mata untuk membela agama, namun keadaan mereka sama seperti yang dilantunkan dalam sebuah syair:
Sa‘ad menggiring onta-ontanya sambil berselimut.(Maka dia pun ditegur), Wahai Sa‘ad,bukan begitu cara menggiring onta!

Para tokoh ulama Ahlus Sunnah WalJamaah abad ini telah memberi peringatan akan bahaya cara-cara seperti itu. Di antara mereka adalah
Samahatusy Syaikh Abdul Aziz binAbdullah bin Baz rahimahullah,muhadits abad ini Syaikh MuhammadNashiruddin Al-Albani rahimahullah
,dan ahli fiqih dan ushul Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah, serta ulama lain yangsejalan dengan mereka. Akan tetapi, dilain pihak, banyak -pemuda belia yang dangkal ilmunya dan kurang pengalamannya tidak peduli dengan keterangan para ulama tersebut.Akibatnya, fitnah dan kerusakan tersebar di segala penjuru bumi. Sungguh sangat memilukan.Betapa banyak orang-orang yang tak bersalah ikut terbunuh! Betapa banyak umat Islam yang menjadi korban kezaliman karena telah dianggap kafir.Semua itu dilakukan tanpa ada rasa takut atau pun segan sama sekali. Betapa banyak anak-anak dan wanita yang tidak tahu menahu ikut menjadi korban akibat ucapan-ucapan yang tidak bertanggungjawab lagi tidak dikenal Ahlus Sunnah WalJamaah dalam memahami dalil.Perlu diketahui, kisah tewasnya Ka‘ab bin Al-Asyraf tidak dapat dijadikan sebagai dalil tindakan mereka, dengan alasan sebagai berikut.

1.Ka‘ab bin Al-Asyraf -semoga Allah melaknatnya- sudah jelas kekafirannya. Adapun pemuda-pemuda tersebut memvonis kafir(orang lain) dengan pemahaman yang rusak (salah). Walaupun sebagian mereka ada yang ikhlas,namun keikhlasan itu tidaklah mencukupi hingga terpenuhi syarat yang kedua, yaitu sesuai denganSunnah. Di antara mereka pula ada yang memvonis kafir dengan hawa nafsu, atau untuk mengejar keuntungan materi dunia. Boleh jadi orang yang dibunuh tersebut seorangYahudi atau Nasrani, namun untuk membunuh mereka juga harus dipenuhi syarat-syarat tertentu yangsudah dimaklumi oleh para ulama.Namun, pemuda-pemuda tersebut tidak mau menengok apalagi mempelajarinya.

2.Pembunuhan atas diri Ka‘ab bin Al-Asyraf adalah atas anjuran dari Rasulullah. Beliau berkata kepadapara sahabat,“Siapakah yang bersedia membunuh Ka‘ab bin Al-Asyraf karena dia sungguh telah menyakiti Allah danRasul-Nya.”
Rasulullah tentunya tidak akan berucap dengan hawa nafsu, begitu pula para pewaris beliau, yaitu para ulama. Berbeda dengan para pemuda tadi. Mereka bukan ulama dan tidak pula merujuk kepada ulama.

3.Tewasnya Ka‘ab bin Al-Asyraf adalah kehinaan bagi Yahudi dan kemuliaan bagi kaum muslimin. Berbeda dengan tindakan para pemuda tadi.Kenyataannya, tindakan itu justru menghalangi orang untuk menjalankan agama Allah, dan memecah belah persatuan kaum muslimin,
serta membuka peluang bagi musuh untuk menjajah negeri-negeri kaum muslimin dengan alasan memberantas terorisme. Perbuatan mereka itulah yang mengakibatkan penjara-penjara penuh dengan orang-orang lemah lagi tidak bersalah, dan berujung kepada penghinaan kaum muslimin.Wallahul musta‘an (Allah sajalah tempat kita memohon pertolongan).Sungguh amat memilukan!Betapa banyak pemuda Islam yang dahulu wajahnya bersinar ketika menuju masjid untuk menghadiri majelis-majelis ilmu seperti ilmu Al-Qur’an, aqidah, dan lain-lain. Namun,ketika mereka ditangkapi karena akibat perbuatan orang lain, akhirnya mereka pun berbalik menjadi aktivis tempat-tempat hiburan dan perusak sendi-sendi agama dan syi‘ar-syi‘arnya.

4.Ka‘ab bin Al-Asyraf dibunuh oleh para sahabat, kemudian mereka berkumpul di hadapan Rasulullah lalu mengumandangkan takbir karena gembira atas terbunuhnya Ka‘ab bin Al-Asyraf.Adapun pemuda-pemuda tadi,setelah melakukan perbuatan yang menyimpang tersebut, biasanya mereka terus bersembunyi kemudian orang lain yang ditangkap lalu disiksa dengan cambukan hingga kulitnya mengelupas, atau dihajar sampai babak belur, dan sebagainya. Tepat sekali ucapan seorang penyair,
Orang lain yang berbuat jahat namun aku yang kena getahnya.Maka nasibku tidak lain seperti nasib jari telunjuk yang menyesali diri
5.Para sahabat hanya membunuhKa‘ab bin Al-Asyraf saja sebab hanya dia yang Rasulullah izinkan untuk dibunuh bukan yang lain. Berbeda dengan aksi-aksi peledakan terhadap gedung-gedung perkantoran yang didalamnya terdapat ratusan bahkan ribuan orang yang beraneka ragam,ada yang jahat ada yang baik. Apakah sama seratus mereka dengan Ka‘abbin Al-Asyraf?Allah telah menunda proses penaklukan kota Makkah karena adanya sejumlah orang mukmin yang belum diketahui dengan pasti. Allah berfirman,“Dan kalau tidaklah karena laki-lakiyang mukmin dan perempuan-perempuan yang mukminah yang tidak kamu ketahui bahwa kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa pengetahuanmu (tentuAllah tidak akan menahan tanganmu dari membinasakan mereka). Supaya Allah memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka tidak bercampur baur, tentulah Kami akan mengazab orang-orang kafir di antara mereka dengan azab yangpedih.” (Q.S. Al-Fath:25)
Padahal penaklukan kota Makkah adalah kemenangan besar bagi kaum muslimin, sebagaimana telah disebutkan Allah. Namun,penaklukan tersebut ditunda agar jiwa kaum muslimin yang berada disana dapat diselamatkan, begitu pula jiwa beberapa orang yang tidak boleh dibunuh.

6.Ka‘ab bin Al-Asyraf dibunuh tanpa adanya pengkhianatan. Pembaca bisa melihat keterangan Al-Qadhi ‘Iyadh tentang masalah ini yang dinukil oleh Imam Nawawi di dalam Syarh Shahih Muslim (XII:371).Adapun yang dilakukan pemuda-pemuda tadi, pada umumnya dilakukan dengan berbagai macam kecurangan, bukan sekadar kamuflase atau siasat. Sebabnya(pun berbeda), pada waktu itu kaum muslimin memiliki kekuatan, adapun sekarang hanya kepada Allah saja kita mengadu akan asingnya kebenaran dan pengikutnya.

7.Terbunuhnya Ka‘ab bin Al-Asyraf membawa maslahat yang jelas.Berbeda dengan apa yang dilakukan para pemuda tadi yang nyata-nyata membawa kerusakan. Kenyataan yang ada menjadi bukti atas semua itu. Merupakan musibah besar apabila tidak merujuk kepada ulama.Tepatlah ucapan seorang penyair:
Wahai segenap kaum, apakah mereka memiliki pendukung dari seorang ahli fiqih atau seorang imam yang diikuti atas kebid‘ahan yang mereka lakukan?Seperti Sufyan Ats-Tsauri yang telah mengajarkan pada manusia hakikat wara’ (sikap hati-hati) Atau seperti Sulaiman At-Tamimi yang meninggalkan tidur (untuk shalat malam) karena rasa takutnya kepadaZat Yang Maha Melihat.Atau pahlawan Islam, yaitu Imam Ahmad, imam yang selalu dielu-elukan para pembaca (penuntut ilmu)Imam yang tidak takut terhadap cambukan dan kilatan pedang yang menakutkan bagi setiap orang.

Ada sebagian orang berdalil denganfatwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa (XXVIII:546-547).Ketika tentara musyrikin menjadikan tawanannya dari kaum muslimin sebagai tameng (menghadapi pasukan muslimin), beliau membolehkan pasukan muslimin untuk membunuh mereka semua, kemudian semuanya nanti akan dibangkitkan berdasarkan niat masing-masing. Tetapi hal itu dibolehkan apabila kejahatan orang-orang musyrik tersebut sudah mengganas dan tidak dapat dicegah kecuali dengan cara seperti itu.Dan hal ini termasuk dalam kaidah,“memilih mudharat yang paling ringan.”Adapun perbuatan pemuda-pemuda tadi adalah sebaliknya, yaitu memilih mudharat yang paling berat. Bagaikan seorang pemburu yang berburu dengan ketapel. Ia tidak bisa melumpuhkan buruan dan tidak dapat menewaskan musuh, tetapi hanya meretakkan gigi atau mencederai mata seperti yangdisebutkan dalam hadits Abdullah bin Mughoffal dalam Shahihain. Penjelasan lengkap masalah ini tidak dapat dimuatdalam fatwa yang sederhana ini.Keterangan lebih lanjut dapat pembaca temukan di tempat lain,
insyaallah.

Nasehat kami kepada kaum muslimin adalah agar mereka senantiasa berada di bawah bimbingan ulama. Rasulullah bersabda,
“Keberkahan itu bersama para ulama kamu.”

Dan hendaknya mereka senantiasa menekuni dakwah Ahlus Sunnah WalJamaah yang ditegakkan di atas landasan ilmu dan proses belajar mengajar,ditegakkan dengan ketenangan dan penyebaran nasehat serta kesabaran.Dan agar mereka lari meninggalkan pemikiran-pemikiran tersebut sebagai-mana larinya (seseorang) dari terkaman harimau. Kemudian nasehat kami kepada pemuda-pemuda tersebut agar mereka bertakwa kepada Allah dalam menghadapi umat ini dan dalam berdakwah kepada agama Allah.Hendaklah mereka mengevaluasi diri.Sungguh di antara mereka ada yang benar-benar ikhlas, jujur dan tulus membela agama. Di antara mereka ada yang ahli ibadah, zuhud, dan bahkan ibadah kita kalah dengan ibadah mereka.Semoga kami bukanlah berlebih-lebihan dalam memuji mereka! Hendaklah mereka selalu berkonsultasi kepada para ulama dengan penuh kejujuran dan semata-mata untuk mencari kebenaran di dalam semua masalah yang ada,sehingga mereka menjadi penuntut ilmu dengan sebenarnya dan menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia. Dan hendaklah mereka menghidupkan kembali majelis-majelis ilmu syar‘i.Janganlah mereka tertipu dengan ucapan, “Kita sekarang berada pada zaman teknologi, bukan zaman FathulBari.” Maka ingatlah bahwa semua kebaikan ada dalam mengikuti Salaf,sedang semua kejelekan ada dalam mengikuti kebid’ahan Khalaf.

Telah sampai berita gembira kepada kami bahwa sekelompok besar dari mereka mulai menyadari besarnya bahaya dan kerusakan akibat perbuatan mereka dan mereka rujuk meninggalkan kekeliruan mereka. Semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan.Demikianlah dugaan baik kami kepada orang-orang yang ikhlas, yaitu segera bertaubat kepada Allah dari kesalahan dan segera menjauhi tindakan-tindakan yang dinyatakan sesat oleh ulama.Semoga Allah menambah pengetahuandan keistiqamahan kita di dalam menjalani agama ini.Kami memohon kepada Allah semoga memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan semoga menjadikan kita sebagai pembimbing kepada hidayah, bukan sebagai orang yang sesat dan menyesatkan. Dan semoga Allah mematikan kita dalam keadaan selamat, tidak terfitnah dan tidak pula sebagai juru fitnah.Sesungguhnya Dia-lah satu-satunya penolong dan Yang Mahakuasa atas segalanya. Salawat dan salam kitasampaikan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga serta para sahabat.”

No comments: